Tugas ke 3 produk qord   Leave a comment

Tugas ke-3 Produk Qardh

 

Implementasi produk Qardh  dari bank  syariah untuk talangan haji         

 Persamaan konsep ideal produk Qardh dengan praktik  dilakukan oleh bank-bank syariah:

 Sama-sama  memberikan  pinjaman kepada nasabah untuk menutupi kekurangan dana guna memperoleh  kursi (seat) haji pada saat pelunasan BPIH (Biaya Perjalanan Ibadah Haji). Nasabah kemudian wajib mengembalikan sejumlah uang yang dipinjam itu dalam jangka waktu tertentu (Pinjam meminjam dana)

 

Perbedaan konsep ideal produk Qardh dengan praktik yang dilakukan oleh bank-bank syariah:

 Dalam konsep Qardh sendiri pada prinsipnya yaitu pinjam meminjam dana tanpa imbalan dengan kewajiban  si peminjam  mengembalikan pokok pinjaman secara sekaligus atau cicilan dalam jangka waktu tertentu.

 

Bila praktik pembiayaan pengurusan haji di lembaga keuangan syariah sesuai dengan Fatwa DSN No. 29/DSN-MUI/VI/2002 yaitu terdapat dua akad terpisah (al-Qardh dan a l-Ijarah) dan biaya jasa (ijarah) tidak berdasarkan dengan biaya Qardh yang disalurkan dan hanya semata-mata untuk biaya jasa pengurusan haji saja,maka diperbolehkan menggunakan jasa tersebut.

 Yang menjadi persoalan adalah jika praktik talangan haji yang menyalahi aturan DSN No. 29/DSN-MUI/VI/2002, dengan menggunakan sistem ijarah,tapi biaya jasa disesuaikan dengan dana al-Qardh yang disalurkan dan berdasarkan  dengan lama waktu pengembalian dana al-Qardh. Jika praktiknya semacam ini,maka jelas sama saja dengan menggunakan sistem bunga atau mengandung riba.

 Baik buruk produk  Qardh ditinjau  dari perspektif  hukum  syariah:

 Baik: Firman Allah QS al-Baqarah:245

 “Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik (menafkahkan hartanya di jalan Allah), maka Allah akan memperlipat gandakan pembayaran kepadanya dengan lipat ganda yang banyak. Dan Allah menyempitkan dan melapangkan (rezki) dan kepada-Nya-lah kamu dikembalikan.”

 

Firman Allah, QS. al-Baqarah [2]: 280

 “Dan jika ia (orang yang berhutang itu) dalam kesulitan, berilah tangguh sampai ia berkelapangan…”    

 Buruk : Jika dalam prosesnya ada unsur riba.

 Baik buruk produk Qardh ditinjau dari perspektif  bank:

 Baik: Biaya administrasi dibebankan kepada nasabah.

 

Manfaat nonfinansial, yaitu kepercayaan dan loyalitas nasabah kepada bank tersebut.

 Sebagai produk untuk menyumbang usaha yang sangat kecil atau membantu sektor sosial.Guna pemenuhan skema khusus ini telah dikenal suatu produk khusus yaitu qardhul hasan.

 Dana talangan haji memberikan unsur kemudahan. Di samping itu,semakin banyak produk yang dikembangkan bank syariah,semakin menarik umat Islam untuk menabung di bank syariah.

 Buruk: Risiko dalam Qardh terhitung tinggi karena ia dianggap pembiayaan yang tidak ada jaminan.

 Baik buruk produk Qardh ditinjau dari perspektif calon haji:

 Baik: Memberikan keringanan kepada nasabah  yang sedang dalam kesulitan mendesak untuk mendapat talangan haji.

 

Posted Juni 22, 2012 by pancaricko in Uncategorized

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: